Handi Irawan: Pertumbuhan Pelaku DS/MLM Bisa Dasyat (sambungan 5)

March 16, 2008

Apa kekuatan person to person selling seperti yang dilakukan dalam DS/MLM atau direct marketing umumnya?

Kalau dalam konteks kepuasan pelanggan, dia punya peluang yang besar. Ada tiga jenis kontak; satu melalui mesin. Kedua, melalui telepon. Ketiga, melalui manusia. Sebenarnya kepuasan yang tercipta karena melalui kontak manusia itu relatif punya potensi cukup tinggi. Nah, direct selling…selling is service, service is selling. Menjual adalah salah satu bentuk pelayanan. Tapi pelayanan yang bagus itu menjual. Orang bisa beli gara-gara pelayanan yang bagus. Karena itu kontak seperti face to face, direct selling, terutama personal approach itu sebenarnya punya potensi yang sangat tinggi. Tapi direct selling atau MLM yang umumnya approachnya face to face atau langsung, itu mempunyai potensi yang cukup bagus untuk membuat orang loyal. Dibandingkan dengan direct selling yang lewat telepon misalnya. Potensi memuaskannya tidak sebagus kalau face to face.

Apakah industri DS/MLM bisa dilindas oleh produk-produk yang gencar beriklan?
Saya rasa bahwa ke depan direct selling sendiri itu suatu sistem yang maju, itu pasti. Karena dia jelas-jelas menawarkan banyak keuntungan. Keuntungannya, jelas masalah iklan dan promosi yang berkurang banyak. Akibatnya apa? Costnya bisa lebih ditekan. Itu satu keuntungan ke depan kenapa direct selling. Kedua teknologi makin maju. Direct selling itu salah satu sahabatnya teknologi. Kalau direct selling yang bagus, dia perlu data base. Kalau teknologi maju, data base lebih kuat, direct selling itu akan lebih efektif. Sebenarnya bukan masalah (iklan atau tidak iklan: red). Kalau bisa saling melengkapi itu bagus. Direct selling belum tentu nggak usah iklan. Banyak perusahaan-perusahaan iklan kemudian dia melakukan direct selling juga. Umumnya orang kalau mau cepat ya dua-duanya. Beriklan lalu brand bagus, kemudian mereknya dipercaya, direct selling juga lebih mudah. Direct selling itu kadang-kadang, kalau nggak mau cepat ya orang mulai dengan direct selling secara gerilya lebih dahulu, kan?

Kadang-kadang begini, dengan direct selling Anda punya customer base yang banyak. Dengan customer banyak, kemudian iklan bisa lebih efektif. Atau Anda berpikir sebaliknya. Lebih baik iklan dulu, tapi berisiko. Karena iklannya bagus maka direct selling jauh lebih mudah. Sekarang Anda mau pilih yang mana. Iklan besar, risikonya besar, tapi direct sellingnya juga lebih mudah. Risiko yang lebih kecil adalah Anda mengadakan direct selling dulu. Setelah itu maju, kemudian beriklan atau pakai advertorial. Cara kedua ini lebih kecil karena direct selling itu sesuatu yang bisa dikontrol. Berapa budget, berapa banyaknya salesman, semua bisa Anda kontrol. Tapi kalau kita bicara iklan, dia itu perlu budget tertentu supaya efektif. Anda iklan Rp 500 juta kadang-kadang ndak ada dampaknya. Harus minimum contohnya Rp 3 milyar. Karena dampak iklan itu seperti kurva S. Kalau budgetnya kecil tidak akan efektif. Sebelum menembus titik critical yang harus Anda tembus sehingga iklan itu baru membuat orang tertarik. Jadi iklan sedikit itu malah nggak ada artinya kadang-kadang.

Comments

One Response to “Handi Irawan: Pertumbuhan Pelaku DS/MLM Bisa Dasyat (sambungan 5)”

  1. Chris Tackett on March 16th, 2008 1:37 pm

    Been reading for a while now. Just wanted to say good job.

    Chris Tackett

Got something to say?