Handi Irawan: Pertumbuhan Pelaku DS/MLM Bisa Dasyat (Habis)
March 16, 2008
Di DS/MLM promosi terutama melalui member. Sementara member juga menjadi konsumen produk yang dipasarkannya. Adakah benefitnya?
Oh, ya udah pasti dong! Jelas konsep-konsep yang dilakukan misalnya Amway atau CNI itu jelas bagus. At the end, kalau komunitas itu terbentuk dan semuanya bisa menjadi customer, itu hebat. Makanya MLM itu hebatnya dua hal; satu dia bisa membentuk member sebagai bagian dari distribusi sekaligus customer. Tapi kalau approachnya membuat jadi customer, seringkali mereka itu alergi lebih dahulu. Nah, benefitnya MLM itu ujung-ujungnya kan dolar atau rupiah. Kalau orang merasa mendapatkan income dan segala macam, itu okey. Kalau dia mendapatkan income, maka untuk menjadi customer kan lebih mudah. Karena kalau dia mendapatkan income, dia akan merasa happy dengan perusahaan itu. Kemudian disuruh menjadi customer perusahaan tadi, jauh lebih gampang dong. Apalagi tadi konsepnya membentuk semacam komunitas. Komunitas itu menumbuhkan kecintaan terhadap perusahaan tadi.
Sistem MLM itu sangat besar potensinya, sangat bagus sekali. Cuma problemnya, apakah sistemnya menunjang nggak? Sistem itu nomor satu. Kedua produk yang ditawarkan. Ada produk-produk yang bagus jadi star, kan? Seperti DXN, satu aja sudah luar biasa, kan? Tapi ujung-ujungnya supaya tahan lama tetap sistem rewardnya, sistem komunikasinya, sistem mencari membernya, sistem perhitungannya, apakah orang terangsang atau tidak untuk menjadi member, dsb. Itu dalam jangka panjang jauh lebih dasyat.
Sekarang ini ada sejumlah perusahaan besar di Indonesia yang membentuk divisi direct selling atau MLM. Bagaimana komentar anda?
Sebenarnya mereka bikin portfolio bisnis. Mereka itu kuatir kalau suatu hari MLM itu sudah benar-benar merajai kemudian mereka sudah ketinggalan kereta. Sebenarnya ada banyak di antara mereka itu hanya portfolio, jaga-jaga siapa tahu MLM itu begitu majunya nanti. Bisa eksperimen atau portfolio bisnis. Kalau suatu hari bisnis tradisionalnya mundur dia sudah siap dengan MLM. Karena dia sadar, untuk membangun MLM kan butuh waktu bertahun-tahun.
Bagi perusahaan-perusahaan konvensional, apakah industri DS/MLM itu jadi ancaman?
Mungkin kalau yang tradisional malah nggak ya. Justru malah ritel besar yang akan merasa lebih terancam. Ritel besar dong. Kalau MLM makin besar, mungkin ritel-ritel besar akan lebih grogi. Di Indonesia kan pertumbuhan masih bagus, mungkin sama-sama masih menikmati.
Menurut WFDSA pelaku DS/MLM di Indonesia mencapai empat juta orang. Bagaimana prospek industri ini ke depan?
Kalau ke depan, kita bicara orang kota saja yang jumlahnya 60 juta orang. Dari 60 juta itu orang dewasanya sekitar 35 juta orang. Dari 35 juta itu kalau suatu hari kita bicara orang yang terlibat di MLM sekitar 20%, itu sudah sekitar 7 juta lho! Kalau sekarang 4 juta berarti penetrasinya sekitar 10%, kan? Itu bicara orang dewasa yang di kota. Menurut saya bicara penetrasi 20% itu sangat mungkin. Angka 7 juta itu sangat mungkin. Sangat mudah dicapai.
Untuk berkembang pesat seperti itu, apa yang musti dilakukan perusahaan-perusahaan DS/MLM di Indonesia?
Mungkin mereka harus memahami perilaku konsumennya ya. Misalnya untuk membuat suatu sistem yang bagus dia harus paham sebenarnya yang dicari itu apa. Dia harus paham mengenai produknya juga. Produk sangat penting, makanya perlu semacam riset-riset, apa sih kira-kira produk yang paling bagus untuk MLM? [] (Wawancara ini sebelumnya pernah dimuat di Tabloid Network Indonesia Edisi Plus Januari/2001 dan website InMagz.Com).
Sumber :http://www.pembelajar.com/Â
Comments
One Response to “Handi Irawan: Pertumbuhan Pelaku DS/MLM Bisa Dasyat (Habis)”
Got something to say?


Good Layout and design. I like your blog. I just added your RSS feed to my Google News Reader. .
Jason Rakowski