15 Tips Menulis Artikel SEO yang User Friendly (1)

Menulis artikel SEO yang user-friendly ada tipsnya. Sudahkah Anda tahu? Anda mungkin sedang memulai usaha dan membuka website Anda sendiri. Kemudian, Anda juga baru saja ingin menghidupkan blog yang ada di dalam website. Meminta bantuan profesional di bidang ini bisa memudahkan Anda. Tetapi, jika Anda ingin mencobanya sendiri, tidak ada salahnya, kan? Apalagi jika memang Anda senang menulis. Mengisi blog website Anda sendiri bisa menjadi salah satu aktivitas bisnis yang menyenangkan. Artikel ini akan menjadi 3 seri. Pada seri 1 ini, kita akan membahas 5 tipsnya. Apa saja tipsnya? Ini dia:

(Pic. taken from Vmoksha Technologies)

1. Perhatikan user experience

Apa artinya? User experience adalah pengalaman pengguna, yaitu respons users serta reaksi mereka ketika mengunjungi website atau blog. Apakah betah di sana atau baru beberapa detik saja sudah berpindah ke laman lain. Apakah terus membaca artikel yang diunggah di blog dan mengikuti setiap update, ataukah langsung berpindah ke bagian website lainnya. Itulah pentingnya Anda memperhatikan user experience, karena nantinya berhubungan langsung dengan reaksi pengunjung blog/website Anda.

Lalu, apa saja yang memengaruhi user experience? Salah satunya adalah konten yang menarik, tentu saja. Hal-hal lainnya adalah desain web/blog Anda, jenis font serta ukurannya, loading speed, navigasi yang mudah, desain yang responsive, dan typo yang seminimal mungkin serta. Semakin lama users berlama-lama di blog/website Anda, maka Anda telah memperhatikan dengan sungguh user experience. 

2. Tambahkan keyword pada judul artikel

Tidak menyertakan keyword pada judul pada artikel Anda sama hal dengan meminta Google untuk menerka-nerka isi dari artikel SEO Anda. Sebaiknya Anda meletakkan keyword pada awal kalimat judul. Meski bukan keharusan, tapi sebisa mungkin lakukan hal ini demi mendapat rangking yang bagus pada SERP atau Search Engine Result Page. Biarkan orang tahu apa topik yang Anda bahas di dalam artikel Anda. Tetapi pastikan judul Anda tetap enak dibaca, jangan memaksakan suatu keyword namun pada akhirnya judul Artikel Anda justru tidak menarik.

Artikel Terkait :  7 Langkah Sukses Menjalankan Bisnis Network Marketing Era Digital

(Pic. taken from Web News)

3. Buatlah judul yang membuat orang ingin segera meng-klik-nya

Mungkin Anda dilema. Jika judul menggunakan keywords, kadang justru tidak enak dibaca. Tetapi, jika judul dibuat menarik dan enak dibaca, keyword-nya tidak masuk. Bagaimana cara mengakalinya? Anda bisa menggunakan beberapa aplikasi atau plug-in yang bisa menulis ulang judul artikel. Ini biasanya bisa digunakan jika Anda menggunakan WordPress. Jadi, nantinya artikel Anda akan memiliki 2 judul. Judul pertama untuk pembaca/users, kemudian judul kedua adalah untuk kepentingan rangking di SERP. Anda juga perlu memastikan bahwa judul tidak lebih dari 60 karakter. Mengapa? Supaya judul Anda tidak terpotong pada search engine. Pastikan pula Anda mencari banyak artikel yang tentang menemukan ide keyword agar Anda makin mahir menciptakannya pada setiap artikel yang Anda unggah pada blog Anda.

4. Menulis artikel yang panjang dan dalam atau pendek tetapi padat

Jadi, apakah artikel SEO harus panjang? Kembali Anda harus memperhatikan user experience seperti yang sudah dibahas di atas. Jika pertanyaannya harus, maka jawabannya tidak. Tetapi jika pertanyaannya bolehkah menulis artikel SEO yang panjang, tentu saja boleh. Tetapi, Anda perlu memastikan topik yang Anda angkat menarik dan gaya bahasanya pun menyenangkan untuk lanjut dibaca dan diikuti. Hindari menambahkan kata atau kalimat yang tidak penting hanya demi mengejar jumlah kata. Jika Anda tergolong orang yang tidak kuat menulis artikel panjang, lebih baik pilih menulis artikel pendek namun isinya padat dengan konten yang menarik perhatian.

(Pic. taken from TrikMudahSEO)

5. Sisipkan internal link pada artikel Anda

Apa itu internal link? Dia adalah link yang antar halaman yang masih jadi satu dalam 1 website atau blog. Berapa banyak seharusnya Anda menyisipkan internal link? Sebenarnya tidak ada patokan. Tapi tentu saja lagi-lagi Anda perlu memperhatikan user experience lagi. Jika link yang Anda sisipkan tetap memberi kenyamanan mata users saat membacanya, maka sah-sah saja Anda menambahkannya 5 sampai 10 internal links. Apakah ini bisa membuat Anda mendapatkan penalty dari Google? Tentu saja tidak. Jika Anda sering mengunjungi Wikipedia, Anda akan mendapati banyak internal links  di sana di setiap halamanya. Apakah Wikipedia mendapat penalty? Seperti yang kita semua bisa lihat, Google tidak memberinya penalty. 

 

Artikel Terkait :  Bisnis Online Sukses Karena Ada Content Marketing Itu Pasti!

Sumber: RohadiRight

 

Blog Esoftdream
Esoftdream
Telp : (0274) 452155
No Tlp/Hp : +62 81226272827
Email : cro2@esoftdream.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *