15 Tips Menulis Artikel SEO yang User Friendly (2)

Ini dia 5 tips lanjutan untuk menulis artikel SEO yang user friendly. Bagi Anda yang belum membaca seri pertama, kami sarankan untuk membacanya terlebih dahulu supaya informasi yang Anda terima utuh dan lengkap. Sudah ada yang mempraktikkan 5 tips pertama? Mari kita bahas lebih lanjut 5 tips selanjutnya.

(Pic. taken from Marketing – Sales)

6. Sisipkan external link

Ada yang berpendapat bahwa menyisipkan external link, akan membuat artikel Anda turun pamor karena secara tidak langsung sudah mempromosikan website lain. Ini pandangan yang keliru karena dengan menyisipkan external link ke website yang masih berkaitan dengan topik yang Anda bahas, orang akan mengerti bahwa artikel Anda bisa dipercaya karena selalu merujuk pada website-website tepercaya lainnya. External link membantu pembaca untuk menemukan referensi-referensi lain yang akurat.

7. Perhatikan keyword density, tapi jangan terlalu kawatir

Kembali ke user experience yang dibahas sebelumnya, Anda perlu memperhatikan keyword density atau jumlah keyword di dalam satu artikel. Meski dahulu Google menetapkan hanya boleh menggunakan keyword sebanyak sekitar 3 sampai 5%, tetapi sekarang Google sudah jauh lebih canggih. Jadi, Anda tidak perlu terlalu mengkawatirkan berapa jumlah keyword yang akan Anda gunakan dalam artikel Anda. Selama artikel Anda bagus dan bahasannya pun mendalam, maka dengan sendirinya keyword-keyword yang ingin Anda optimasi akan tersebar optimal dengan sendirinya. Namun sekali lagi, pastikan Anda tetap membuat pembaca nyaman ketika membacanya. Hindari penggunaan keyword seperti di bawah ini:

(Pic. taken from Learn New Things Everyday – WordPress.com)

8. Tambahkan LSI (Latent Semantic Indexing) keyword

Apa itu LSI? LSI adalah algoritme yang dikembangkan mesin pencari utama sehingga search engine berusaha mencari istilah yang berkaitan ketika mengindeks halaman suatu situs. Sebagai contoh, Harley dan Davidson dihubungkan dengan kendaraan bermotor. Atau, Harry dan Potter dikaitkan dengan novel best-seller. Jadi, meski hanya mirip, LSI bisa disebut sebagai sinonim atau related keyword yaitu keyword yang berkaitan dengan keyword utama. Untuk menemukan keyword-keyword LSI, bagi yang menggunakan WordPress, pilih plug-in yang memang berfungsi sebagai pencari kata yang berkaitan. Atau, bisa juga Anda menggunakan Google Suggestion atau Google Related Search.

9. Perhatikan penggunaan bold, italic, dan underline

Selalu penting untuk kembali memperhatikan user experience. Pastikan Anda tidak menggunakan bold, italic dan underline secara berlebihan, karena mengurangi kenyamanan pembaca. Pakailah sewajarnya dalam artikel Anda. Bold biasanya digunakan untuk judul dan subjudul, lalu untuk menandai keyword utama. Italic biasanya digunakan untuk istilah-istilah asing, dan underline digunakan untuk menandai kata atau kalimat yang penting. Jadi, jika tidak perlu, sebaiknya hindari terlalu banyak menggunakannya, supaya pembaca tetap nyaman membaca dan memahami artikel Anda.

Artikel Terkait :  Jadilah Kreatif Bila Menggunakan Instagram untuk Bisnis

(Pic. taken from Advanta Advertising, LLC)

10. Gunakanlah elemen H1, H2 dan H3

Meski bisa berkembang sampai 6, pastikan artikel Anda menerapkan elemen h1, h2, dan jika diperlukan h3. H1 adalah heading yang isinya merupakan judul artikel Anda yang berisi keyword. H2 adalah subheading dari H1 yang berisi keyword turunan, kemudian H3 adalah subheading dari H2. Artikel yang sedang Anda baca ini menggunakan hanya sampai H2. Bagaimana? Apakah Anda mulai menerapkannya dalam penulisan artikel SEO Anda? Anda bisa mendalaminya lebih lagi dalam artikel ini. Tunggu 5 tips selanjutnya ya.

 

Blog Esoftdream
Esoftdream
Telp : (0274) 452155
No Tlp/Hp : +62 81226272827
Email : cro2@esoftdream.net

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *